
Oleh: Bambang Pranoto Bayu Aji
KASTRA Gema Pembebasan Daerah Soloraya
Kamis 31 Oktober
2013 terjadi penyegelan oleh sejumlah oknum mengatakan dirinya dari
Gerakan Pemuda Indonesia (GPI).terhadap best camp Gerakan Mahasiswa
Pembebasan Daerah Palangkaraya. Serta mereka menuntut untuk membubarkan Gerakan Mahasiswa Pembebasan.
Dan mengatakan bahwa Gerakan mahasiswa Pembebasan dituding melakukan
perbuatan yang memecah belah bangsa ini, atas aksinya menggugat Sumpah
pemuda. Oleh karenanya mereka menuntut untuk mengusir Gema Pembebasan dari bumi palangkaranya.
Aksi yang menamakan GPI (Gerakan Pemuda Indonesia) tidak lebih
merupakan aksi murahan, ini adalah bukti dari keputusasaan para
pengemban Nasionalisme Pluralisme. Serta pendeskriminasikan terhadap Gema Pembebasan.
Keputusasaan Pengemban Nasionalisme
Nasionalisme
yang digembar-gemborkan sebagai asas kebangkitan dari ide Sumpah pemuda
sebetulnya tidak lain adalah model peralihan metode penjajahan baru,
sebab sejatinya kalo kita menganalisis mengkaji ulang sejarah sumpah
pemuda, tidak lain adalah bahwa memang, sudah dirancang pasca
pemberlakuan politik etis oleh pemerintah Hindia Belanda.
Dengan kebijakanya sebagai politik balas budi sesungguhnya motif
dasarnya adalah bagaimana memasukan ide-ide barat terhadap kaum pribumi. Ini berhasil dengan banyaknya anak-anak pribumi yang belajar di sekolah-sekolah Hindia Belanda.
Yang di kemudian hari melahirkan para tokoh-tokoh pribumi tetapi
berpikirnya ala barat, yang kemudian membentuk study club dan
perhimpunan pelajar-pelajar indonesia.
lalu sengaja seolah-olah berkonfrontasi dengan pemerintah Hindia
Belanda, padahal ini merupakan rancangan yang didesain sengaja untuk
membentuk negara boneka dalam rangka penjajahan gaya baru. Kerena buktinya ketika bangsa ini merdeka bukanlah kemerdekaan secara hakiki.
Maka sejatinya Sumpah Pemuda yang katanya menyatukan perlawanan
intelektual bersifat kedaerahan menjadi nasional atas ikatan
Nasionalisme kebangsaan,dengan esensi Demokrasi dan Pluraliseme yang
disepakati untuk di doktrinkan terhadap putra-putri kaum Pribumi,
merupakan pembelokan arah perjuangan Serta menafikan peranan umat islam
di indonesia dalam perjuangan melawan penjajah. Sebab,sejatinya umat islamlah yang dari awal bener-benar berjuang. Inilah bukti jalas ide murahan proyek pembuatan negara boneka.
Seakan-akan ikatan Nasionalisme ini membangkitkan semangat perlawanan
padahal hanya sebuah retorika busuk di atas kebengkitan semu. Bagaimana mungkin sebuah kebangkitan dibangun diatas ikantan yang rapuh yang jusrtu menimbulkan permasalahan baru. Inilah kecacatan sejak awal.
Sebab Nasionalisme tidak lebih ikatan rendah hanya bersifat emosional
hanya muncul ketika ada musuh bersama saja,tapi ketika keadaan berjalan
normal maka akan hilang begitu saja.
Maka kebangkitan yang hakiki adalah kebangkitan yang di bangun
berdasarkan ikatan aqidah saja yakni aqidah islam yang shahih yang akan
mengantarkan pada kebangkitan sejati,tanpa membedakan warna
kulit,suku,ras dll.
Itulah kenapa Gerakan Mahasiswa Pembebasan menggugat Sumpah pemuda karena tidak lebih hanya sumpah yang lemah dan rapuh. Tidak cukup untuk dijadikan dasar dalam membentuk sebuah bangsa.
Dan ini juga bukti kecintaan Gerakan mahasiswa Pembebasan kepada negeri
ini agar menjadi negeri yang berperdaban tinggi maka ikatan yang
digunakan seharusnya adalah ikatan Aqidah Islam. bukan ikatan Nasinalisme yang rendah, rusak dan rapuh. karena hanya islamlah satu-satunya yang dapat membangkitkan negeri ini dari segala macam penindasan serta penjajahan.
Oleh
karenanya tuduhan yang dialamatkan kepada Gema Pembebasan Daerah
Palangkaraya atas aksinya mengugat sumpah pemuda yang dikatakan memecah
belah negeri ini merupakan tuduhan yang tidak benar, serta ini
menunjukan kepada kita kegagalan para pengusung Nasionalisme,Pluralisme
dan Demokrasi.
Serta bukti ketakutan akan kebusukan yang mereka lakukan dan
keputusasaan para pengusung Nasionalisme menghalang-halangi kebangkitan
islam karena masyarakat sudah mulai sadar akan kebangkitan yang
sesungguhnya yakni dengan ideologi islam.
karena sesungguhnya yang memecah belah bangsa ini bukanlah Gerakan
Mahasiswa Pembebasan malainkan penjajah Barat yang dikomandoi oleh
Amerika. Jadi aksi penyegelan best camp Gema Pembebasan Daerah Palangkaranya merupakan bukti kekalahan meraka secara telak. Serta tindakan bodoh yang tidak berdasar
Motif Politik Dibalik Setigmanisasi yang Gegabah
Menggeloranya
semangat kebangkitan islam di negri-negri kaum muslimin termasuk di
indonesia merupakan menjadi suatu ketakutan bagi kaum kafir penjajah.
Mereka takut islam bangkit oleh karenanya mereka sengaja menjegal
Gerakan Mahasiswa Pembebasan yang selama ini dengan lantang
memperjuangkan tegaknya ideologi islam dalam sebuah tatanan baru,negara
khilafah.
Terbukti Gerakan Mahasiswa Pembebasan mampu membuat mengopinikan kepada
para kalangan pemuda dan mahasiswa serta masyarakat untuk kembali
kepada ideologi islam sebagai solusi atas carut-marutnya permasalahan
negri ini. Serta mampu mengedukasi kepada masyarakat akan perlunya sebuah perubahan yang di dasari ideologi islam.
Disaat sistem sekuler Demokrasi yang membanggakan Nasionalisme terlihat
keboborkanya, maka mereka pun membuat makar mengatas namakan GPI
(Gerakan Pemuda Indonesia) yang begitu gegabah mengatakan Gema
Pembebasan adalah Embrio Teroris serta Sparatis,pernyataan ini merupakan
bukti dangkalnya pemikiran mereka. Justru Gema Pembebasan sejak awal sangat mengecam Seperatisme dan juga segala bentuk penjajahan terhadap negri ini.
Karena itulah Gema Pembebasan bersatu,bergerak untuk menegakan ideologi
islam dalam rangka membebaskan negri ini dari cengkraman para Kapitalis
Penjajah.
Maka pernyataan mereka tentang” Gema Pembebasan merupakan gerakan
separatis embrio teroris memecah persatuan bangsa” merupakan pernyataan
yang Gegabah serta salah alamat karena yang sebenarnya membuat negri
kita Indonesia ini carut marut terjajah semua sumber daya alam 80%
dikuasai asing, kemiskinan meraja lela,konfik horisontal yang tidak
kunjung selesai, korupsi yang menggurita tidak lain adalah disebabkan
oleh ideologi kapitalisme-Demokrasi yang diterapkan di negri ini, yang
saat ini dipaksakan oleh Amerika Serikat sebagai pengembanya,yang telah
menguras habis kekayaan alam indonesia jadi yang seharusnya mereka
mengalamatkan semua ini kepada Amerika bukan malah kepada Gema
Pembebasan yang nyata-nyata justru berjuang untuk membebaskan negri ini
dari belenggu Kapitalisme dan penjajahan. Ini sangat jelas atas dasar apa GPI (Gerakan Pemuda Indonesia) dan siapa sebenarnya mereka?
Bisa kita katakan tidak lain justru mereka adalah boneka-boneka yang
bodoh yang dijadikan alat orang-orang kafir untuk mendeskriminasikan
islam. serta seakan-akan perjuanagan yang berlatar belakang islam adalah mengancam persatuan dan kesatuan serta membahanyakan.
Inilah motif politik untuk menjatuhkan serta menjelekan islam yang
didasari atas kebencian, mensetigmanisasi bahwa islam itu adalah
berbahaya padahal umat islam di Indonesia sangat berkontribusi besar
terhadap kemerdekaan negeri ini.
Mereka
berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut
(ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain
menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At Taubah 32).
[Portal Islamy]