Akibat
diduga menjadi tempat yang tepat untuk mendaratkan Pesawat Boeing
777-200ER - MH370 milik maskapai Malaysia Airlines, kini pangkalan udara
militer rahasia Amerika, Diego Garcia kini menjadi dikenal.
Sebuah dugaan yang beredar di media saat ini beranggapan bahwa pesawat
milik maskapai Malaysia Airlines itu sempat mendarat dan disembunyikan
di Pangkalan Militer Rahasia Angkatan Udara milik Amerika Serikat, Diego
Garcia yang berada di Samudera Hindia.
Pangkalan
Militer di Diego Garcia hingga kini masih menjadi aset penting bagi AS,
pesawat-pesawat pembom B-52H Stratofortress dan B-1B terparkir lengkap
dengan ribuan rudal yang mampu menghancurkan sebuah negara. Saat perang
dunia ke II tahun 1942, Inggris memanfaatkan Diego Garcia sebagai
markas angkatan udara yang bertugas melakukan pemburuan kapal selam dan
kapal perang Jepang di Samudera Hindia.
Sebagai
pulau karang terpencil di tengah samudera, pulau ini sangat tepat untuk
dijadikan pangkalan rahasia bagi Amerika Serikat. Sejumlah operasi
militer seperti perang Teluk tahun 1991, Perang Afghanistan tahun 2001
dan Perang Irak tahun 2003 memanfaatkan Pulau Diego Garcia sebagai
tempat penting untuk melakukan serangan taktis di kawasan teluk dan
Afghanistan.
Terletak
di koordinat 7°18′48″ LS dan 72°24′40″ BT, pulau 'terlarang' ini
dinamakan sesuai penemunya, yaitu pelaut asal Spanyol Diego García de
Moguer. Hanya anggota militer Inggris dan AS yang kemudian berhak
mendiami kawasan ini. Praktis, pulau ini menjadi tertutup dan terkesan
'misterius'.
Keberadaan
pangkalan ini sudah ada sejak 1966, berdiri di tanah milik Inggris yang
luasnya 44 km2, Amerika Serikat menempatkan pesawat-pesawat
pembomnya beseerta kapal perang penghancurnya yang canggih dan modern
untuk mengawasi dunia.
Sebagai
daerah militer, Pulau Diego Garcia tentu memiliki landasan pacu. Hanya
pesawat komersial yang bermesin ganda yang bisa mendarat di lokasi ini.
Sementara, jenis pesawat berbadan lebar yang bisa mendarat di Pulau
Diego Garcia adalah Airbus A330, Boeing 767, ataupun Boeing 777.
