HTI Press, Rimo. Ahad (9/8) di Aula Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, tampak tidak seperti biasanya. Puluhan orang memadati kursi tempat duduk di dalam aula. Memang, pada pagi itu, HTI Kabupaten Aceh Singkil sedang mengadakan hajatan spesial, yaitu Liqo’ Syawwal Hizbut Tahrir Indonesia bersama Ulama dan Tokoh Masyarakat.
Acara silah ukhuwah bersama ulama dan tokoh masyarakat seperti ini merupakan agenda rutin HTI yang diadakan setiap Bulan Syawwal, tak terkecuali tahun ini. Selain menjalin silaturahim, tujuan dari diadakannya acara ini adalah memberikan penjelasan kepada tokoh-tokoh umat tentang pentingnya kaum muslimin untuk kembali melanjutkan kehidupan Islam, yaitu dengan diterapkannya kembali syariah Islam dalam bingkai Khilafah.
Acara Liqo’ Syawwal Hizbut Tahrir Indonesia bersama Ulama dan Tokoh Masyarakat yang dihadiri sekitar 90 orang lebih tamu undangan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB. Di awali dengan pembukaan oleh Ust. Basyaruddin sebagai pembawa acara, acara dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an oleh Ust. Arynal Ihsan, S.Kom. Selanjutnya, Ust. Zulkifli Lubis, ST., sebagai perwakilan dari HTI Kabupaten Aceh Singkil menyampaikan Kalimatut Taqdim, ucapan salam hangat penuh kekeluargaan kepada seluruh peserta Liqo Syawwal yang berhadir.
Antusiasme peserta undangan semakin tampak saat pemutaran tayangan multimedia berisi problematika serta potensi dan kekuatan umat Islam di Indonesia. Tayangan multimedia juga menampilkan perjalanan dakwah Hizbut Tahrir Indonesia beserta capaian-capaian perjuangannya bersama umat, utamanya para alim ulama.
Kemudian acara dilanjutkan dengan Testimoni pertama yang disampaikan oleh Ust. Mursal Baini, MA. Tokoh yang juga Dosen STAISAR Aceh Singkil ini mengawali pembicaraannya dengan berbagi cerita tentang pengalamannya awal mengenal HTI. “Di saat sebagian kalangan merusak umat, HTI hadir untuk memperbaiki umat. Untuk itu, saya mengajak para tokoh untuk sama-sama bergabung dengan HTI dalam memperjuangkan tegaknya kehidupan Islam, minimal dukungan, atau anaknya disuruh ngaji dalam pembinaan HTI, baik yang masih sekolah maupun yang sedang kuliah.”, tegasnya.
Testimoni berikutnya disampaikan oleh Bapak Agus Setiono yang mengungkapkan bahwa kebijakan tambang dan pembangunan infrastruktur belum dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Bahkan sistem pembiayaan pembangunan infrastruktur yang menjadi program pemerintah selama ini justru mengakibatkan kesengsaraan rakyat, mengancam kemandirian ekonomi dan keamanan negara serta menyebabkan negara diambang kebangkrutan.
“Islam menawarkan solusi pengelolaan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya yang manfaatnya dikembalikan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat melalui penerapan syariah dalam bingkai Khilafah.”, ujarnya tegas dan disambut pekikan takbir peserta.
Acara inti, berupa penyampaian materi dari utusan DPP HTI yang diwakili oleh KH. Yasin Muthahhar. Pengasuh Pesantren Al Abqory ini menguraikan bahwa kehidupan ini akan menjadi barokah hanya dalam naungan Syariah dan Khilafah. Tanpa mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah, maka Alloh akan mencabut barokah dari individu, masyarakat dan negara.
“Setelah kita mengetahui bahwa tegaknya syariah di bawah naungan Khilafah adalah kunci keberkahan bagi umat ini, akankah kita berdiam diri? Setelah mengetahui bahwa menegakkan Khilafah itu kewajiban, akankah kita membiarkan kewajiban itu? Setelah kita mengetahui bahwa Khilafah itu Wa’dullah dan bisyarah Rasulillah SAW, akankah kita mengingkarinya?”, tegasnya mantap.
Para peserta antusias menyimak uraian materi yang disajikan. Diskusi yang dimoderatori Ust. Frenky Suseno Manik, S.Si. pun berjalan dengan hangat dan akrab.
Acara Liqa Syawwal HTI Kabupaten Aceh Singkil ini selesai sekitar pukul 12.15 WIB. Acara ini selain dihadiri oleh ulama, hadir pula perwakilan mubalighah, tokoh-tokoh ormas, tokoh-tokoh pemuda, mahasiswa dan pelajar. []MI Aceh Singkil