(Tafsir QS al-Infithar [82]: 1-5)
إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنفَطَرَتۡ, وَإِذَا ٱلۡكَوَاكِبُ ٱنتَثَرَتۡ, وَإِذَا ٱلۡبِحَارُ فُجِّرَتۡ, وَإِذَا ٱلۡقُبُورُ بُعۡثِرَتۡ, عَلِمَتۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ وَأَخَّرَتۡ
Jika langit terbelah, jika bintang-bintang jatuh berserakan, jika lautan dijadikan meluap dan jika kuburan-kuburan dibongkar maka setiap jiwa akan mengetahui apa saja yang telah dia kerjakan dan yang telah dia tinggakan(QS al-Infithar [82]: 1-5).
Tidak ada ikhtilaf di kalangan ulama bahwa surat ini tergolong sebagai Makiyyah.1 Surat yang terdiri dari sembilan belas ayat ini diawali dengan berita tentang beberapa peristiwa yang terjadi pada Hari Kiamat. Dalam ayat terakhir disebutkan bahwa pada Hari Kiamat, semua urusan menjadi milik Allah SWT.
from Al-Khilafah.org http://ift.tt/1K7Eb5F
via IFTTThttp://ift.tt/1DvvcOQ