Semenjak nilai rupiah merosot terhadap dolar secara terus-menerus hingga mencapai lebih 14.000 rupiah per 1 US$, banyak pihak mulai menyalahkan pihak lain. Ada yang mengatakan, bahwa yang salah di balik merosotnya nilai tukar rupiah adalah si A atau si B, atau negara A atau negara B, atau kejadian ini dan kejadian itu. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa rupiah nilainya tidak merosot, tetapi dolar yang nilainya naik. Pernyataan terakhir ini, seperti mengatakan terhadap fenomena kebotakan “rambutnya tidak rontok, tetapi rambutnya tidak mau tumbuh”, atau seperti kemarau panjang sehingga terjadi kelangkaan air lalu dikatakan “kita tidak mengalami kekeringan, tetapi hanya tak ada air”. Itu hanyalah akrobat kata-kata yang tak ada nilainya.
Kita akan memfokuskan lagi pertanyaan: siapa yang salah dibaliknya merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar? Jika kita teliti dan cermat dalam mengkaji masalah ini, serta berani berfikir “out of the box”, maka akan sangat mudah bagi kita untuk menjawab siapa yang salah dibalik fenomena ini. Dengan tegas saya katakan yang salah adalah: RUPIAH dan DOLAR. Lho kok?
Baca Selengkapnya »Kita akan memfokuskan lagi pertanyaan: siapa yang salah dibaliknya merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar? Jika kita teliti dan cermat dalam mengkaji masalah ini, serta berani berfikir “out of the box”, maka akan sangat mudah bagi kita untuk menjawab siapa yang salah dibalik fenomena ini. Dengan tegas saya katakan yang salah adalah: RUPIAH dan DOLAR. Lho kok?
from Al-Khilafah.org http://ift.tt/1N8nrPz
via IFTTThttp://ift.tt/1N8nsTu