Jakarta - Capres PDIP, Jokowi berkunjung ke rumah seniman Iwan Fals. Saat tiba ia disambut lantunan Jawa yang bertujuan sebagai pengusir setan.
"Nyanyiannya sebagai tolak bala. Semacam Pangkur Kedong Kuning. Itu pengusir setan yang sudah ada dari zaman Sunan Kalijaga," kata seniman dari kelompok Empu Bahela, Bramantyo Prijosusilo di kediaman Iwan Fals, Kamis (3/4/2014).
Dalam syair bahasa Jawa ini, diandaikan Jokowi sebagai Empu Barada dan Iwan Fals sebagai Airlangga. Dalam cerita tersebut Empu Barada harus bersinergi dengan Airlangga untuk menyelesaikan permasalah di lingkungan sekitar.
Beberapa petikan liriknya yakni
Pergilah,
pergilah kau durga,
pergilah
Pergilah
Sang waktu
pergilah
Menurut Bramantyo, syair ini kerap dinyanyikan sebagai penyambut dalam setiap acara. Syair tersebut dibawakan dengan diiringi suara gamelan.
"Jadi kejahatan di kepala, kaki di tenaga kita, di tubuh diusir semua," lanjutnya.
Selain syair tersebut, juga dikisahkan kisah kerjasama antara pemerintah dan seniman. Dari kisah tersebut diceritakan seorang Calo Narang yang menyebar virus di wilayah Kediri dan akhirnya membuat banyak orang meninggal dengan cepat.
Wabah itu juga membuat Airlangga sakit. Akhirnya Empu Bahela diutus untuk mencuri lontar milik Empu Bahela. Akhirnya dari lontar tersebut diketahui rahasia kekuatan Calo Narang dan akhirnya berhasil dilumpuhkan.
Apakah jokowi dianggap setan?
Sumber: Forum Detik
IWAN FALS DAN KELUARGANYA BUKANLAH ORANG YG BISA DIBODOHI DENGAN KENYATAAN
Fenomena dan pencitraan Jokowi ini tidak akan bisa bertahan lama.
Jika terlalu lama, maka yg pertama terjadi akan tercium aroma kejanggalan dan keanehannya, sebelum semuanya terlihat kasat mata.
Beberapa pihak agaknya lama-kelamaan mulai menyadari ada yg janggal dan aneh dengan semua pencitraan dan pemberitaan Jokowi.
Kayaknya hampir tidak mungkin seseorang yg dicitrakan mewakili rakyat kecil, tertindas, bisa menguasai hampir banyak media mainstream, begitu banyak dukungan dari luar negeri maupun dalam negeri.
Banyak pendukung dan komentator didunia maya yg tidak merepresentasikan kondisi riil dari partai Jokowi berasal.